Archive for August, 2008
PengEN AnAk Cow Or CEw? 20 Aout 08
Sebenernya ni artikel basi, tapi tetep aq tertarik ma bahasan soal jenis kelamin ini. Truz jadi penasaran bener ga seh it will worked. And then aq nemuin artikel yang sama paz buka situs alumninya UGM. Niy dy…
Barangkali udah banyak yang tau teori gimana cara mendapatkan anak laki- laki atau perempuan. Sebagai manusia kita diwajibkan berusaha tetapi hasilnya tetap tergantung pada sang pencipta manusia itu sendiri, Allah SWT
.
PROSEDUR UNTUK MENDAPATKAN ANAK LAKI-LAKI
( Diambil dari buku “PETUNJUK UNTUK PERSIAPAN PERKAWINAN OLEH DR.MD. A.KARJA )
1. Waktu senggama harus diatur sedekat mungkin dengan saat ovulasi.
2. Senggama harus dimulai , pada tiap saat dengan baking soda douche, terdiri dari dua sendok makan baking soda dengan kurang lebih satu liter air.
3. Orgasme isteri tidak perlu,tetapi lebih baik ada. Jika seorang wanita biasanya mengalamai orgasme, suaminya harus mengatur supaya waktunya bersamaan atau isterinya mengalami orgasme lebih dahulu.
4. Penetrasi vagina dari arah belakang adalah posisi yang danjurkan. Menurut Dr. Shettles , ini membantu menjamin penurunan sperma pada jalan masuk dari uterus dari padakedua ruangan yang berdekatan, yaitu antara”cul- de-sac” dan” posterior fornix”. Ini perlu karena sekresi di dalam servik dan uterus akan sangat alkalis, bahkan lebih alkalis dari pada vagina, meskipun alkaline douche dan lingkungan yang alkalis adalah paling disukai oleh androsperm.
5. Penetrasi yang dalam pada saat orgasme dari pihak laki-laki akan membantu menjamin penempatan sperma dekat pada servik.
6. Puasa sebelumnya adalah perlu, hubungan sex harus dihindari sama sekali dari permulaan siklus menstruasi sampai hari ovulasi. Ini akan membantu menjamin jumlah sperma yang maksimal; suatu faktor yang menyokong androsperm.
PROSEDUR MENDAPATKAN ANAK PEREMPU
:
1. Senggama harus dihentikan 2 sampai 3 hari sebelum ovulasi.
2. Pada setiap kesempatan , senggama harus didahului dengan suatu acid douche yang terdiri atas dua sendok makan cuka putih dalam kurang lebih satu liter air. Waktu mungkin sudah cukup untuk menjamin guna mendapatkan bayi perempuan, tetapi douche yang sama sekali tidak berbahaya akan membuatnya lebih sukses, karena lingkungan yang asam tidak memobilisasi androsperm.
3. Bila isteri dalam keadaan normal mengalami orgasme, maka dia harus menghindarinya. Orgasme isteri membuat suasana alkalis dan akan menetralisasi atau melemahkan lingkungan yang asam , yang akan menambah kesempatan bagi androsperm.
4. “ Face to face” atau missionary position harus dilakukan selama senggama. Dr Shettles percaya bahwa ini memperkecil kemungkinan sperma akan didepositkan secara langsung pada mulut servix dimana mereka , para sperma , mungkin melariakn diri dari lingkungan yang asam di dalam vagina.
5. Penetrasi yang dangkal dari pihak laki- laki diperlukan pada saat ia mengalami orgasme. Sekali lagi ini akan membantu menjamin bahwa sperma ditempatkan dalam suasana asam di vagina dan harus berenang melaluinya untuk mencapai servik.
6. Tetap mengadakan senggama adalah penting sampai sanggama yang terakhir 2 sampai 3 hari sebelum ovulasi. Kita ketahui bahwa jumlah sperma yang rendah meninggikan kemungkinan mendapatkan bayi perempuan. Jadi hubungan sex yang sering sebelum ovulasi,tidak dapat mengganggu , bahkan sebetulnya membantu. Ini mungkin sebabnya mengapa Dr. shettles mengatakan : “ Mendapatkan anak perempuan adalah lebih nikmat “.
Untuk konsultasi gratis via email silahkan hubungi hapepeha@yahoo.com Maturnuwun
Add comment August 20, 2008
”What I’ve been Through Lately” 8 Aout 08
Kemaren-kemaren padet bgd tuh skedul. Beli barang-barang keperluan pameran & pesen ini itu. Ikutan meeting ma orang-orang BRI & credit cardnya, briefing ma SPG. Maqin tau dunia kerja prof kay apa. Sempet ditawari juga kerja disana, paz mereka tau aq mo skripsi. Kalo BRI Syariah boleh kali ya. Tapi jadi maqin ga sreg jadi wanita karir. Waktu sholat sering keganggu, apalagi paz lembur bakal susah ngajinya. Kaynya seluruh waktu qta habisin bwt kerjaan. It’s not me. Moga-moga ntar aq ga haruz kerja kay gini. Aq pengen kerja di rumah, biqin rumah handycraft, praktek psikologi or ikut organisasi sosial. Asik, ya.
Bayar SPP di kampuz, liat pengumuman. And then…I find out…usulan skripsiku kena revisi. Duh, padahal aq berharap loloz biar ga kerja 2 kali. Ternyata qodarnya gini. Maybe karena aq kurang doa malem kali ya. Jadinya haruz biqin lagi. Ini lo usulan skripsiku:
Hubungan Religiusitas Dengan Kesehatan Mental
Pada Remaja Dari Keluarga Poligami
Latar Belakang
Beberapa tahun terakhir, isu mengenai poligami gencar diberitakan. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan perdebatan tentang posisi perempuan yang tersubordinatkan, namun juga karena maraknya praktek poligami yang dimunculkan ke permukaan oleh para tokoh panutan di kalangan birokrasi, politisi, seniman dan agamawan. Pelakon poligami di Indonesia mayoritas beragama Islam dan banyak yang berasal dari kalangan pesantren. Dalil agama dalam surat An-Nisaa’ ayat 2-3 yang berbunyi: :”…maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat…” kerap digunakan sebagai pembenaran. Poligami dalam hukum Islam juga merupakan sunnah Rasul yang mendatangkan pahala. Sehingga keyakinan terhadap firman Allah dan sabda Rasul yang terangkum dalam religiusitas seolah menjadi tolak ukur. Pada keluarga yang menjadikan agama Islam sebagai basic pendidikan, sang ayah dapat mengetengahkan alasan religiusitas untuk berpoligami.
Prakteknya, poligami tetap membawa satu paket perubahan dalam sebuah keluarga. Perubahan yang mencolok adalah berkurangnya kehadiran ayah. Karena harus membagi giliran antara keluarga satu dengan keluarga lainnya, perhatian dan kasih sayang ayah terbagi. Poligami dapat melukai hati ibu dan menimbulkan ketidaknyamanan pada hubungan keluarga besar dari kedua orangtua. Masalah ekonomi ketika harus menghidupi dua keluarga atau lebih, juga bisa menjadi pemicu ketidakstabilan keluarga. Belum lagi menghadapi masyarakat sekitar yang masih memandang sinis poligami. Potensi konflik ini dapat mengganggu kesehatan mental anggota keluarga.
Selama ini hiruk pikuk poligami nyaris dimonopoli sebagai perdebatan kaum dewasa, dalam konteks suami dan istri. Padahal praktek poligami sebuah keluarga juga melibatkan anak-anak. Memotret poligami dari sudut pandang anak-anak inilah yang masih jarang dilakukan, baik oleh penelitian ilmiah maupun media massa. Adapun penelitian yang pernah dilakukan antara lain oleh Dr. Emy Susanti. Hasil penelitian Ketua P3A ini menunjukkan bahwa dari populasi 74,89 % mahasiswa yang berasal 7 perguruan tinggi di Surabaya menolak poligami dan 14,7 % di antara populasi itu berasal dari keluarga poligami. Alasannya, mereka tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan orangtua mengenai poligami, meski dampaknya mengenai mereka (pembayun.wordpress.com, 24/12/06).
Dalam sebuah keluarga, anak yang berusia remaja lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental (Notosoedirjo, 2007:197). Adapun problem-problem pada usia remaja adalah problem dengan orangtua, pertumbuhan fisik, sekolah, pertumbuhan sosial, dan problem pribadi (Daradjat, 1982:102-109). Ini dilengkapi dengan meningkatnya gejolak emosional yang diistilahkan Eriksson sebagai storm and stress (Hurlock, 1980: 66). Oleh karena itu, dalam tumbuh kembangnya remaja membutuhkan lingkungan stabil untuk memiliki pribadi stabil dan dapat berkembang secara optimal.
Pribadi yang stabil dapat diberikan oleh kepercayaan terhadap Tuhan. Keyakinan religius mampu menciptakan kesejahteraan jiwa dan menjadi fondasi dasar yang kokoh bagi kesehatan mental manusia. Sebab perasaan religius mengarahkan pada kebaikan dengan ajarannya, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia. Religiusitas cenderung meminimalisir perasaan negatif, pemikiran salah dan pengalaman traumatis. Ini menyangkut kesadaran akan hikmah peristiwa, adanya takdir dan keyakinan yang sulit dijelaskan secara empiris (Kartono, 1989: 272-273).
Dimensi religiusitas kemudian dipertanyakan keberadaannya dalam ranah kesehatan mental. Apakah penerimaan dengan alasan religiusitas dapat diikuti dengan kemampuan mengatasi efek psikologis dari poligami? Bagaimana tinggi rendahnya religiusitas menyebabkan seseorang menjadi sehat mental atau terganggu mentalnya? Bagaimana kondisi mental remaja yang orangtuanya berpoligami? Disulut oleh keingintahuan, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai kesehatan mental remaja dari keluarga poligami dikaitkan dengan religiusitasnya.
Aq uda tune-in bgd ma judul ini. Yah…pokoknya tetep semangat untuk biqin yang baru lagi bwt dikumpulin 11 Agtz….ayo…ayo…ganbatte!
Add comment August 20, 2008
”Childhood Gokil-ku Vol.3: the final” 7 Aout 08
Masa-masa gank-nya si Hend berlalu sudah. Bergulir alami aja. Tiba-tiba Nda putuz & hubungan gank qta pun berakhir. Masuk klaz 5 eSDe, qta maqin seriuz skul. Ga taunya, ada cow laen yang pdkt ma Nda. Ketua gank adek kelaz, si Ud yang bodinya baguz, pinter, sering jadi komandan upacara. Gokilnya, pengaturan itu terjadi lagi paz Nda jadian ma Ud. Kebetulan konyolnya, Ud punya gank yang jumlahnya sama kay qta. Akhirnya si Mar dikejar-kejar ma si Fu, si penyair yang norak abiz. Aq dideketin ma Say yang mukanya kay prajurit jepang jaman penjajahan. Truz si Puz lagi-lagi dapet sisa, ma anak cow yang aq lupa namanya.
Namanya cinlok, tiap hari muter-muter aja di skul. Aq seh masih terbayang si Dik waktu itu, jadi ga peduli ma pengaturan itu. Tapi karena ga ada alasan bwt ketemu ma Dik, aq ngalihin perhatianku bwt buka perguruan pencak silat. Bener lo. Waktu itu selaen sering ikut lomba atletik, aq juga belajar pencak silat otodidak. Truz aq buka aja perguruan kecil yang tempat latihannya di halaman samping masjid. Muridnya tetangga or adik kelazku. Gretongan, namanya juga guru gadungan. Tapi lucunya, perguruan itu bener-bener berjalan sampe aq kelaz 6 eSDe. Temen-temen skul yang uda tau aq jadi guru pencak silat jadi maqin segan kalo mo gangguin. Hehe.
Tapi ternyata ada temen cow yang ga peduli ma statusku itu. Dy si Ed, temen sebangku yang superduper nyebelin abiz. Nakalnya ga ketulungan, slalu gangguin orang. Satu sekolah tau itu. Katanya seh dari keluarga broken home. Bolak-balik aq protez ma guruku, bu Nunik, tapi duduk sebangku emang diatur supaya yang nakal sebangku ma yang rajin. Biar ketularan katanya. Whatz?! Kacau de.
Suatu hari kemarahanku memuncak [cie...]. Masa paz pelajaran menggambar, si Ed ngegambar pake crayon di kepalaku. Iya, di atas kepalaku. Sambil ketawa-ketawa. Aq sampe teriak-teriak ngejauhin dy, tapi dy teruz ngikutin kay psikopat. Katanya pengen ngegambar ubun-ubunku. Sakit jiwa ni anak. Karena dy truz gangguin, aq tantang dy berkelahi paz jam istirahat. Dy setuju.
Jam istirahat datang. Temen-temen cow yang denger desas desus itu langsung kumpul maniz di depan lapangan skul. Mereka neriakin nama jagoannya. Aq rada grogi, karena haruz ngadepin anak laki. Ah, biarin, guru silat ini. Duel pun terjadi. Amaze de, jurus-jurus silatku keluar spontan. Dalam beberapa gerakan, si Ed kalah telak. Dy lari kebirit-birit sambil manggil mamanya. Penonton nyorakin, masa cow kalah ma cew. I’m de champion, yes! Anak buah Kartini ga boleh kalah! Sejak saat itu, si Ed ga berani gangguin aq. Hehe…aman.
Menuju klaz 6, gank-qu pecah karena Nda ga mau ngaji caberawit lagi mesqi uda qta nasehatin. Dy deket ma anak-anak cew gank yang nakal di sekolahku. Kerjaannya pacaran ma anak SMP, pakaiannya mini, ga peduli skul. Padahal saat itu, aq deket ma gank anak-anak pinter di skul & biqin kelompok belajar pula. Bareng gank itu, aq jadi sering ikutan kompetisi antar eSDe, jadi jajaran elit petugaz upacara & kesayangan guru. Skul uda mulai seriuz, ga maen-maen kay ma gank-ku dulu. Si Mar tetep ikut aq, truz si Puz deket ma gank skul laen. Saat itu, qta maqin fokus masuk SMP favorit. Petualangan qta pun berakhir.
13 taon kemudian….
Si Nda uda merit ma mantan pacar ibunya, MBA paz esema, sekarang punya anak 2: cew ma cow, dy ga ngundang gank-nya mungkin saking malunya, padahal qta masih ketemu kadang-kadang. Dy ndut sekarang, sisa kecantikannya hampir ilang, jadi ibu rumahtangga & ga jokam lagi. Si Mar jadi guru TeKa pluz kasih lez privat, dy emang suka anak kecil, blum merit, masih ngaji bareng ma aq, en maqin jarang ketemu karena aktivitaz qta sama-sama padet. Si Puz uda merit bulan maret lalu & masih inget ma qta, resepsinya sederhana tapi asik jadi ajang reunian eSDe. Dy jadi cew modiz & penebar pesona sekarang, suaminya cakep, cow asli Sunda. Keluarganya uda lama bangkrut. Dan aq, masih setia jadi penuliz, blum merit & asik ngejar aktualisasi diri dengan kuliah-kerja freelance-ngurusi sabilillah, kadang butuh tempat bersandar juga. Hehe. Truz cow-cow masa cinta monyet itu udah menghilang dari hidup qta. Hampir sepuluh taon ga pernah ketemu ma mereka lagi.
Cheerz for de childhood! I’m glad I’ve been through it….and have chance with them!
Add comment August 20, 2008
“RuMaHku AdALah KoLoni TiKUs tERbeSaR AbaD iNi” 7 Aout 08
Ini bukan main-main lo. Kaynya setelah 20an taon tinggal di rumahku, baru kali ini aq punya problem serius ma makhluk satu ini. Tikus. Satu kata yang bisa biqin mbak-mbakqu or anak-anak kozt menjerit. Aq baru pay attention paz suatu hari abiz pulang dari ngaji MM daerah, aq ma anak kozt si Rince ma Belce makan mie ayam langganan di pak Benk. Obrolan qta pun mengalir sampe ke tikus rumah. Ga tau kenapa qta semangat bgd, sampe ketawa heboh ga liat kanan kiri.
Yup. Kaynya sudut-sudut rumah dari lantai 1 yang jadi pusat kegiatan rumah ada di sekitar dapur, kamar ganti, bawah tangga, dalem sofa ruang tamu, truz lantai 2 dimana kamar keluarga ada di depan kamar Markawi, depan kamar mandi, ruang setrikaan, balkon yang banyak kandang burungnya, kalo di lantai 3 tempat anak kozt, ada di atap-atapnya, aq yakin ini basecamp mereka. Coz kalo malem berisik bgd. Oh, mon Dieu, rumahku uda jadi koloni tikus!
Bukan salah sapa-sapa seh. Rumahku tuh emang kay gudang penyimpanan, banyak barang numpuk, padahal tempatnya sempit. Jadi sasaran empuk para tikus de.
Uda banyak cara qta tempuh [taela] tuk memberantas maz kuz ini [panggilan sayang dari anak kozt]. Mulai racun, jebakan, pernah juga seharian jadi mouse-slayer. Hehe. Tapi pasukan mereka kan uda banyak, smart pula, dan mungkin karena uda bergenerasi, mereka uda apal peta rumah melebihi qta. Wah, qta bener-bener butuh bantuan kay mouse-hunter gitu. Urgent.
Sebenernya anak-anak kozt ga tega juga liat tikus-tikus itu mati. Mereka bilang, tikus di lantai 3 itu lucu-lucu, tampangnya imut, apalagi kalo lari timik-timik kay sengaja godain. Hello…c’mon! Emangnya siapa yang mo jadiin hewan peliharaan? Pliz donk…
Nah, dirumah sekarang lagi pake metode racun tikus yang dicampur ma tulang ikan. Bau bangkai tikus kaynya mulai kerasa dimana-mana. Kapan-kapan aq kasih liat poto tikus mati ya…hikikik.
Add comment August 20, 2008
”Childhood Gokil-ku Vol.2” 5 Aout 08
Masa eSde…yang paling berkesan tuh persahabatanku ma 3 orang cewek. Qta ngegank berempat gitu sejak kelaz 3 SD. Namanya Puz, Nda, & Mar. Nda tuh tipe populer yang cakep kay cew oriental, modiz, digilai cow, dibenci cew. Mar tuh pinter matematik, tempat curhat asik, kalem & kadang loli nan lucu. Puz tuh anak orang kaya yang suka sponsorin kegiatan qta, tomboi, slalu ada, suka gojlokin orang. Kalo aq waktu kecil easy going, rame, gampang panik, suka inisiatif biqin petualangan, pemalu ma cow, tapi slalu sebangku ma cow.
Wonderful things we shared together. Colorful childhood are with them. Sgalanya menyenangkan, transisi masa kanak-kanak sampe kenal cowok terasa begitu alami saat bersama mereka. I like naturality.
Well, petualangan-petualangan qta biasanya berkisar ke maen sepeda bareng keliling Simo, nyari buah kerez ke SCTV, liat lukisan angker di AURI, kecek-kecek di kali, nongkrong di rumah si Arik yang adem, ato maen ke pasar. Seru, de. Aq masih inget paz maen sepeda bareng, tiba-tiba aq nabrak pot orang sampe pecah gara-gara diajak guyon mereka. Truz qta kabur bareng-bareng. Duh, deg-degan bgd kay maling abiz ngerampok rumah. Mana katanya temenku si Zal, yang punya pot itu mbah-mbah yang terkenal galak dan suka- jalan-jalan di eSDe-ku. Mampuz dah. Selama setaon ajaran aq ma temen-temenku dihantui ketakutan mbah itu bakal ngejar-ngejar qta. Hehe. Rasanya kalo dipikir konyol bgd, ngapain juga lari. Gantiin pot itu kan masalah uda slese. Yah, itulah kenapa qta disebut anak kecil.
Then someday everythings change. We got new spot. Waktu itu kelaz 4 eSDe. Paz sepedaan malem, si Arik ngenalin qta ma temen-temen cow deket rumahnya: si Hend yang cukup pendek buat ukuran cow & mukanya kiyut, Dik yang hensem & seringainya kay playboy, Don yang ndut & senyumnya ramah, truz Stev yang masih keturunan Amrik Selatan & anak pelatih sepak bola Rudi Rullikilces. Awal pertama, si Hend inlove ma Nda [ya ampyun, anak klaz 4 eSDe, man]. Jadinya gank 4 cow itu sering datengin rumah qta rame-rame. Kadang malem, ato sore paz aq ngaji caberawit ma Nda & Mar yang sama-sama jokam.
Duh, lucu bgd de waktu itu. Aq yang jadi deket ma si Dik, jadi sering maen bulutangkis di depan rumah. Just in case, if they passed my house. Hikikik. Rasanya deg-degan pluz excited. Kangen de ma perasaan itu.
Truz si Nda jadian ma Hend [klaz 4 eSDe! Gimana anak sekarang ya?]. Maqin eratlah gank qta. Tiba-tiba formasi berubah, saat suatu hari qta ngobrol di dekat lapangan abiz maen bulutangkiz bareng. Ternyata si Mar suka ma Dik, truz si Stev penasaran ma aq dan karena yang tersisa si Don, jadilah si Puz dijodohin ma dy. Pengaturan ini si Nda yang biqin sebagai ketua gank qta. Yah, diam-diam nyesel de, kan aq uda suka ma si Dik. Gank si Hend ngikutin pengaturan itu. Jadilah si Stev pdkt ke aq [gokilnya, anak eSDe pdkt, man!]. Dy ma ganknya [termasuk si Dik, hikz!] sering maen ke rumah. Aq yang panik ma cow bule cakep kay Stev, slalu sembunyi di bawah kursi kalo dy dateng sambil manggil-manggil di depan rumah.
Waktu itu aq lebih nyaman ma Dik yang sering biqin aq ketawa & pipi jadi bersemu merah. Di belakang Mar, qta selingkuh [hekekekek...anak eSDe bisa selingkuh kay apa seh?!]. Yah, dy masih sering nyariin aq kalo paz ga bareng ma gankqu, truz we have little chat gitu. Dy bilang, dy slalu merhatiin aq dari jauh, tapi ga enak ma gank-qu. Waw, gimana ga berbunga-bunga. Pokoknya Dik is de best. Tapi yah, Dik still a playboy, remember? Selain aq, denger-denger dy juga deketin si Ri, cew berambut panjang indah adek kelaznya, truz si Mika, kakak kelaznya yang kata anak-anak cinta sejatinya. Halah, anak eSDe bisa aja!
Whatever, perasaanku ga berubah ma Dik. Kalo ma si Stev rasanya terpaksa aja. Sampe sekarang pun aq ga suka tipe cow yang muluk-muluk kay Stev. Lagian aq sahabatan pena ma temen sekelaznya, si Mita yang uda lama suka ma Stev. Ga enak donk, pren makan pren [hehe, padahal gitu juga ma si Mar...ampun de]. Tapi persahabatan gank qta bener-bener menorehkan kenangan unforgettable. Qta pernah ni sepedaan bareng sambil ujan-ujanan, nongkrong rame-rame di deket kali, liat hewan kurban bareng, unjung-unjung paz idul fitri, ketemuan paz bazaar, panjat pohon juwet di halaman si Mar yang banyak ulernya. Hmmm…memori indah yang pengen diulangi lagi….
Ok, that’s all…lanjut lagi yo…di volume 3…ciao!
Oya…ni takshare poto sok-polos-bin-luguku semasa eSDe dulu kala..[sutra de orang bilang apa!]
Add comment August 20, 2008
”MediCry” 5 Aout 08
Mungkin orang punya cara berbeda-beda ya buat ngeluapin stress, tekanan batin, beban hidup. Kalo aq punya satu cara yang ampuh bgd aq pake selama ini. Medicry aliaz penyembuhan psikologis lewat menangis. Yupz. Menangis buatku
bukan menunjukkan perasaan lemah ato cengeng. Menangis malah aq jadiin media untuk mengeluarkan semua uneg-uneg negatif dalam hati en pikiran.
Gambarannya begini: manusia mempunyai tangki emosi, sebuah wadah dimana segala macem emosi diwadahi: s
edih paz usulan skripsi haruz direvisi, hepi karena dapet kerjaan baru yang excited, lega karena dapet support dari
keluarga en temen, patah hati paz cowok yang disukai malah ga ngerespon. Semuanya ngeblend dalam tangki emosi itu. Nah, dalam satu hari ato satu minggu kadang-kadang qta nyuekin tangki emosi itu dalam artian yang negatif-negatif dibiarkan sehingga maqin numpuk. Jadilah unfinished business yang secara ga sadar kadang biqin orang moody tanpa tau alasannya. Cara mengatasinya: keluarkan perasaan2 negatif dari tangki emosimu lewat menangis.
Cari tempat yang tenang dari distraktor. Renungkan hal-hal yang biqin qta sedih, kecewa, jauh dari Tuhan, ngerasa gagal, ga berarti, ga bahagia. Menangis yang berkualitas ga asal menangis aja. Usahakan selama menangis juga ada sesi ’Self-Talk’ yaitu bicara sama diri sendiri. Tanyakan diri qta apa yang biqin qta ngerasa begitu dan gimana
supaya qta ga begitu. Introspeksi en cari solusi lewat diri qta sendiri. Kira-kira sebenarnya itulah inti dari konsep konselingnya Client-Center Therapy punya Carl Rogers. Temukan kembali tujuan hidup, arah en cita-cita qta. Jangan mau jadi mayat hidup, yang menjalankan segala aktivitas setiap hari tanpa menyelami tujuan en maknanya,
sehingga melenceng dari tujuan awal. Hidup yang sekali ini kan haruz bermakna. Kembalikan setiap masalah pada diri sendiri, ga perlu menyalahkan orang lain kay anak kecil. Segala hal terjadi pasti ada alasannya. Dan Tuhan pasti punya alasan terbaik bagi qta. Buat teman-teman muslim, selama medicry juga bisa diiringi dengan istighfar sebanyak-banyaknya, ingatkan diri ma Allah en kekuasaannya yang kun fayaakun.
So, kalo kamu ngerasa stressful, mentok, ga lega dengan curhat ma orang lain, maka menangislah, itu yang biqin kamu tetap seorang manusia yang punya hati.
’Menangislah/bila haruz menangis/karena qta semua manusia
Manusia bisa terluka/manusia pasti bersedih/dan manusia pun bisa mengambil hikmah…’ [lirik lagu Dewa-Menangislah album Laskar Cinta]
Add comment August 20, 2008
“Childhood Gokil-ku” 1 Aout 08
Seandainya diary-ku paz masih Esde bisa ketemu, maybe aq ga bakalan crita masa kecilku. Yah, diary itu raib entah kemana, padahal itu suvenir Esde yang berharga buatku. At least aq belajar nuliz [which is getting better now…] gara-gara hobi crita di diary. Sama kay anak perempuan kecil lainnya, diary itu benda paling keramat & privacy sedunia. Sampe-sampe di depan diary itu aq kasih tulisan: berani buka, masuk neraka. Hehe. Kan paz kecil dulu pernah denger nasehat ‘bout that. Seingatku ga ada yang spesial ma tampilan luarnya. Cuma buku kecil tipis warna ijo yang dikasih salah satu sobatku, truz ada stiker warna-warni di luarnya. Pokoknya ga menarik perhatian [tapi justru itu berlanjut ampe sekarang, buku diaryku ga pernah ada yang pinky ato berumbai-rumbai kay punya cewek pada umumnya, malah diary terakhir yang aq pake tuh bentuknya kay buku absen ^_^]. Menurutku, semakin ordinary, semakin save dari jangkauan tangan usil.
Dale Carnegie said: Childhood is the most freedom moment, coz we never try to impress people when we were a child. I agree! Wah, masa kecilku hepi dubiduu lo. Ortu ngelimpahin kasih sayang tak terbataz, mezqi sodaraku banyak. Kan aq cewek paling kecil…jadi rada dimanja gitu. Apapun yang kuminta dikasih. Sejak kecil, bakat kolerizku keliatan bgd. Masih inget de paz sekeluarga liburan bareng [sekarang uda ga ada lagi tuh momen kay gitu...hikz!] lalu pada rembungan mo kemana. Begitu aq bilang pengen ke gua Maharani, semua langsung ngikut. Hehe.
The most memorable things in my childhood are my love stories. Yup, plural…coz there’s not only one boy. Ga tau kenapa, pertama kali cinta monyetku dimulai paz masih Teka. Iya, t-e-k-a dimana qta masih pake handuk kecil yang dipenitiin di baju kalo tiba-tiba keluar inguz. Namanya Ariz…uhui. Dia punya rumah guedeee bgd di darmo satelit. Tiap olahraga jalan pagi, temen-temen seTeka kan lewat rumahnya, truz berenti coz ibunya kasih qta minum. Duh, waktu itu rasanya bangga de jadi ceweknya Ariz, de hottest boy berumur 5 taon. Endingnya, aq tau kalo rumah itu bukan rumah dy, keluarganya tukang jaga rumah itu. Hikikik. Untung aja waktu tau aq uda eSde & putuz hub ma dy. Bye-bye to Ariz…
Hoahm…uda ngantukz niy… buat childhood gokilnya berlanjut di volume 2 season 1 ya…[hehe kay serial korea ajah!]
Add comment August 3, 2008
Mengatasi Autis
Autis sering menjadi perbincangan hangat di kalangan orangtua dan pakar kesehatan anak. Kurangnya informasi tentang ini sering membuat orangtua dicekam rasa takut, terutama jika mendapati anaknya memiliki tingkah laku aneh.
Autis adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak. Gangguan ini membuat anak tidak mampu berinteraksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.
Gejala autis pada anak timbul sebelum usia 3 tahun. Pada sebagian anak, gejala-gejala itu sudah ada sejak lahir. Seorang ibu yang sangat cermat memantau perkembangan anaknya sudah akan melihat beberapa keganjilan sebelum anaknya mencapai usia 1 tahun.
Ada kemungkinan Autis disembuhkan, tergantung dari berat tidaknya gangguan. Di Indonesia ada 2 penyandang autis yang berhasil disembuhkan, dan kini dapat hidup normal dan berprestasi. Di Amerika, di mana penyandang autis ditangani secara lebih serius, persentase kesembuhannya lebih besar.
Sebelum/sembari mengikuti pendidikan formal (sekolah), anak autistik dapat dilatih melalui terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak antara lain:
Terapi Wicara: Untuk melancarkan otot-otot mulut agar dapat berbicara lebih baik.
Terapi Okupasi : untuk melatih motorik halus anak.
Terapi Bermain : untuk melatih mengajarkan anak melalui belajar sambil bermain.
Terapi medikamentosa/obat-obatan (drug therapy) : untuk menenangkan anak melalui pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang.
Terapi melalui makan (diet therapy) : untuk mencegah/mengurangi tingkat gangguan autisme.
Sensory Integration therapy : untuk melatih kepekaan dan kordinasi daya indra anak autis (pendengaran, penglihatan, perabaan)
Auditory Integration Therapy : untuk melatih kepekaan pendengaran anak lebih sempurna
Biomedical treatment/therapy : untuk perbaikan dan kebugaran kondisi tubuh agar terlepas dari faktor-faktor yang merusak (dari keracunan logam berat, efek casomorphine dan gliadorphine, allergen, dsb)
Hydro Therapy: membantu anak autistik untuk melepaskan energi yang berlebihan pada diri anak melalui aktifitas di air.
Terapi Musik: untuk melatih auditori anak, menekan emosi, melatih kontak mata dan konsentrasi.
Cinta Ananda memberikan terapi pada anak-anak autis. Terapi menggunakan program individual, yakni satu terapis untuk satu anak. Itu antara lain;
* Terapi Wicara, untuk anak terlambat bicara dalam usia 2 tahun ke atas
* Terapi Perilaku, untuk anak autisme, ADHD, dan sejenisnya.
* Terapi Akademik (membaca, menulis, menghitung) untuk anak yang lamban belajar.
Cinta Ananda juga menyediakan Play Group khusus untuk anak-anak yang tidak bisa diterima di sekolah-sekolah umum karena gangguan;
* Autisme
* ADHD (hiperaktif)
* Down Syndrome
* Lamban belajar karena IQ di bawah rata-rata.
Cinta Ananda
Jl Raya Sukomanunggal Jaya blok BB – 26 Surabaya
kawasan SCTV, depan Supermarket Sinar
informasi lebih lanjut, hubungi Esti Diah Purwitasari S.Psi di 0317315136 atau 081332545355
[Sebagai calon social worker yang baek qta haruz saling membantu sejak dini, termasuk bantu promosi program psikologi...buat cinta ananda, kalo butuh psikolog kliniz, hubungi aye ye...hehe mantab!]
5 comments August 3, 2008





