“Prioritas Hidup” 24 SepTemBRe 08
September 24, 2008
Banyak sebagian dari qta yang menjalani hidup tanpa menghayati ato sekedar mengingat tujuan qta dan bagaimana arah menuju kesana. Kadang qta hanya melakukan aktivitas yang datang di depan mata ato biasanya dilakukan banyak orang. Qta mengikuti peran qta di dunia: sebagai karyawan qta bekerja, sebagai ibu qta mengurus rumah tangga, sebagai mahasiswa qta kuliah, sebagai pengangguran qta nongkrong di depan tv seharian, sebagai abg qta keluyuran. Itu berlangsung seumur hidup, mungkin tanpa qta sadari. It’z naturally human.
Saking sibuknya dengan peran-peran yang sudah paten di masyarkat itu, kadang qta lupa prioritas hidup qta sesungguhnya. Orang yang beraktivitas dari pagi sampe petang akan terlalu capek untuk merenungi kehidupannya. Flash back, evaluasi diri, kembali ke prioritas hidup. Stephen Covey bilang, mengasah gergaji. Padahal itulah yang biqin hidup qta bermakna. Analoginya kay rel kereta api, kadang kereta bisa keluar rel kalo masinis lagi lengah, bisa ga sampe stasiun tujuan. Bahkan bisa nabrak kereta api laen. Tapi kalo secara berkala masinis ngecek kondisi kereta & maintain teruz supaya jalan sesuai rel, maka kereta sampe tujuan dengan selamat.
Tapi yang paling biqin sedih, qta sering lupa peran qta di akhirat: ibadah ma Allah. Karena surga terlihat begitu jauhnya dari angan-angan & sulit dibayangkan, qta lebih tergoda untuk mewujudkan impian di dunia yang jelaz kasat mata. Qta sering lupa bahwa qta diciptakan hanya untuk menyembah Allah. Itulah prioritas hidup qta sejatinya.
”Wamaa kholaqtul jinna wal insaa illa liya’budu.”
Padahal kalo dipikir-pikir, selama apa sih qta hidup di dunia, koq mbelani urusan dunia melebihi akhirat? Kalo diestimasi paling banter umur qta sampe 100 taon. Itu pun kondisi qta uda hidup ogah, mati ga mau. Apalagi putaran waktu maqin cepet. Taon dengan mudahnya berganti, banyak hal berubah tanpa bisa qta cegah.
Sebenernya, hidup qta adalah menunggu hari itu tiba. Harvest day. Hari dimana qta ga bisa bargain lagi, qta hanya akan menuai apa yang qta tanam. So, apa sih yang biasanya dilakukan orang yang menunggu? Orang yang menunggu akan memanfaatkan waktu sempitnya itu untuk menanam hal-hal baik & berpahala, supaya bisa memanen hasil yang sama. Dia ga ada urusan dengan hal-hal ga berguna yang membuat waktu menunggunya sia-sia ato malah merugi. Lets think about it.
Entry Filed under: KaBaR-KaBaRi. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed



1.
Sand | September 25, 2008 at 6:22 am
Manusia memang diciptain sama Allah suka dengan dunia. Sedikit cerita ketika kita, kamu, aku, semuanya punya cita-cita anggep aja pengen Laptop setidaknya ada perjuangan dibalik itu kan sama halnya dengan surga dibalik itu pasti perjuangannya pol-polan. Pernah denger cerita manajemen waktu? setidaknya itu bisa jadi acuan sv…, Jangan lupa untuk selalu bersyukur, gak ada hari untuk mengeluh..ganbatte!!!